Home News Catat Gan, Bandara Soekarno Hatta, Larang Penumpang Bawa Power Bank Berkapasitas Besar

Catat Gan, Bandara Soekarno Hatta, Larang Penumpang Bawa Power Bank Berkapasitas Besar

618
0
SHARE

belihape.id – Ada info penting buat Agan yang dalam waktu dekat, ingin bepergian menggunakan pesawat terbang. Bandara Soekarno Hatta mengeluarkan peraturan baru mengenai ketentuan untuk membawa powerbank ke pesawat. Aturan ini didasarkan pada ketentuan dari International Air Transport Association (IATA).

Info di atas, pertama kali disebarkan oleh akun Twitter Bandara Soekarno-Hatta. Sebenarnya penumpang masih boleh membawa power bank, namun kapasitas hanya terbatas, yakni tidak lebih dari 100Wh

“Powerbank di bawah 100Wh dapat dibawa dalam bagasi kabin, di atas 100Wh dan di bawah 160Wh perlu persetujuan pihak maskapai untuk dibawa ke bagasi kabin, sedangkan di atas 160Wh dilarang,” tulis akun Twitter Soekarno-Hatta seperti @CGK_AP2.

Nah sekarang yang bikin sedikit binggung, bagaimana cara Agan mengetahui power bank yang dimiliki, boleh di bawa ke dalam pesawat atau tidak? Dijelaskan lebih lanjut, kapasitas 100Wh sebenarnya setara dengan 27.000mAh, satuan yang biasanya digunakan sebagai penanda sebuah powerbank. Untuk mengetahui kapasitas Wh sendiri, pengguna tinggal mengalikan kapasitas (mAh) dengan voltase (V) powerbank lalu dibagi 1.000

Apabila kalau Agan, tak mau repot-repot menghitung apakah powerbank-mu cukup aman dibawa ke pesawat, dapat langsung melihatnya di bodi produk. Biasanya, perusahaan pembuat powerbank akan menuliskan spesifikasi dari produknya di bagian tersebut.

Sebagai info tambahan, aturan mengenai pembatasan kapasitas powerbank ini masuk dalam Annex 17 doc 8973 dan Annex 18 dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan IATA. Kementerian Perhubungan menurunkannya dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 80 tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Sipil Nasional (PKPN).

“Isi dalam aturan tersebut di antaranya terkait korek dan powerbank yang dibawa dalam pesawat, ada yang boleh dibawa dan ada yang tidak. Jadi, semua peraturan harus dimengerti oleh petugas dan masyarakat,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso seperti dikutip dari situs resmi Kemenhub.