SHARE
review vivo S1 Pro

belihape.id – Dirilis di Indonesia akhir tahun 2019 kemarin, tapi Vivo S1 Pro ini masih berkilau banget sampai sekarang ini Gan. Smartphone ini dikemas dengan gaya cukup nyentrik, di mana Vivo mengemas empat kamera belakang S1 Pro dalam bentuk ketupat atau istilah kerennya Diamond shape design gitu Gan. Biar gak penasaran Ane mau review Vivo S1 Pro yang menyasar anak muda yang stylish ini, Gan.

Vivo S1 Pro menawarkan sederet hal baru yang membuatnya terlihat begitu fresh dan cukup menggiurkan. Bukan hanya soal peningkatan hardware, tetapi juga desain yang berbeda, Gan. Smartphone yang ditujukan untuk anak muda ini dibanderol Rp3.999.000 (sekarang Rp3.699.000).

Sebelum masu review Vivo S1 Pro secara penuh, Ane kasih liat dari box packagingnya nih Gan. Kalo dari packagingnya sudah pasti lengkap dan rapih dengan packaging bernuansa putih. Dari box hp ini terdiri dari, ponsel vivo S1 Pro, kabel data USB to USB type-C, charger adapter, Earphone, silicon case,  pin ejector, serta buku manual, Gan.

Nah, berikut kesan dan review Vivo S1 Pro selengkapnya.

Review Vivo S1 Pro

Desain dan Layar Kinclongnya

review Vivo S1 Pro: Design dan Layar Stylish
review Vivo S1 Pro: Design dan Layar Stylish

“Style” menjadi elemen utama smartphone Vivo S series dan bagian paling menarik dari S1 Pro ini ialah kecantikan desain kamera belakangnya, Gan. Vivo menyebutnya “Diamond Shape Design” dan baru diterapkan pada S1 Pro ini.

Desain berbentuk berlian ini mengemas empat kamera dan dibalut dalam warna yang elegan yakni crystal blue dan glowing black. Modul kamera belakangnya ini agak menonjol, untuk mengurangi resiko permukaan lensa tergores – sebaiknya gunakan case yang terdapat dalam paket penjualannya ya Gan.

Bodi belakang S1 Pro juga sangat mudah kotor dengan bekas sidik jari, jadi mendingan gunakan aja case yang sudah disediakan Vivo nya Gan.

review vivo s1 pro: layar
review vivo s1 pro: layar

Vivo S1 Pro sendiri punya dimensi bodi 159.3 x 75.2 x 8.7 mm dan bobot 186.7 gram. Ponsel ini tak terlalu berat dan pas untuk digenggam meski layarnya besar mencapai 6,38 inci.

Layar ponsel ini sudah menggunakan Super AMOLED dengan resolusi FHD+ (1080 x 2340 pixel). Dengan spesifikasi itu, pengalaman Agan menatap layar ponsel terasa nyaman dengan warna yang terlihat cerah dan jernih.

Pada layar depan ini, Vivo menanamkan pemindai sidik jari. Kecepatan membaca sidik jari dari pemindai ini sebenarnya biasa saja, namun Vivo membuat sentuhan kecil di mana Agan dapat mengubah animasi sidik jari ketika Agan membukanya.

Kelengkapan atributnya, di sisi atas ada lubang jack audio 3.5mm dan mikrofon sekunder, Gan. Menurut Ane penempatan jack audio di bagian atas sudah merupakan posisi yang paling ideal bagi yang masih menggunakan headphone kabel, karena nggak mengganggu pegangan smartphone.

Untuk Port USB Type-C, mikrofon utama, dan speaker berada di sisi bawah. Sisi kanannya terdapat tombol power dan volume, serta SIM Tray di sisi kiri dengan slot berbentuk hybrid.

Diamond Shape Design

review Vivo S1 Pro: Diamond Shape Design
review Vivo S1 Pro: Diamond Shape Design

Kita masuk review Vivo S1 Pro sisi kameranya nih Gan. Vivo S1 Pro mengusung diamond shape design untuk quad camera yangterdiri dari 48MP (F/1.8, PDAF) + 8MP (F/2.2, 13mm, Ultrawide) + 2MP (F/2.4, Super Macro) + 2 MP depth sensor.

Vivo S1 Pro beresolusi  48MP sebagai kamera utama dengan menggunakan sensor Samsung GM1 dimana ukuran tiap piksel 0.8µm dan aperture f/1.8. Seperti kebanyakan smartphone dengan kamera 48MP lainnya, secara default, kamera S1 Pro menjepret pada resolusi 12MP sehingga ukuran per pikselnya menjadi lebih besar yakni 1,6μm yang membuatnya ideal untuk bermacam-macam kondisi pencahayaan, Gan.

Bagi penikmat fotografi landscape, Vivo menyediakan mode AI 48MP terpisah. Kemudian, ada mode Pro yang memberi keleluasaan untuk exposure value, ISO, shutter speed, white balance, dan manual fokus. Sayangnya, kita gak bisa menggunakan resolusi 48MP di mode Pro dan mode malam juga absen, Gan.

kemampuan perekam video S1 Pro hanya sebatas resolusi 1080p 30fps. Nggak ada opsi untuk 1080p 60fps maupun 4K 30fps, padahal SoC-nya mendukung.

Kamera kedua, resolusinya 8MP dengan lensa ultrawide 13mm yang menyuguhkan bidang pandang 108 derajat. Serunya lagi, mode ultra wide-angle ini bisa digunakan pada mode foto maupun video, Gan. Tentunya nggak lepas dari efek distorsi yang sebetulnya cukup noise, tapi bisa menghasilkan foto yang unik di tangan kreatif.

Pada kamera macro, S1 Pro memungkinkan Agan untuk memfoto objek dari jarak hingga 4 cm. Hasil foto dari kamera makro ini cukup detail, meski warna yang dihasilkan agak sedikit pudar.

Adapun aspek yang konsisten dari kamera belakang ponsel ini selain kamera utamanya adalah pemotretan efek bokeh. Efek portrait dari kamera belakang S1 Pro bisa menghasilkan foto bokeh yang baik, di mana bagian blur latar belakang tak masuk ke dalam objek foto, Gan.

Sayangnya, kamera belakang S1 Pro belum dilengkapi dengan pemotretan mode malam. Hal ini mengakibatkan foto yang diambil saat momen kurang cahaya terlihat kurang detail dan memiliki banyak noise, Gan. Vivo sendiri menyebut bahwa mereka akan memberikan update pemotretan mode malam untuk ponsel ini di masa depan.

Dengan design kamera diamond pada S1 Pro hanya memberikan nilai lebih pada estetika, tidak mempengaruhi hasil bidikan kamera belakangnya. Untuk kamera depannya sendiri, S1 Pro memiliki kamera beresolusi 32 MP (f/2.0) yang diletakkan di dalam notch berbentuk butiran air, Gan.

Untuk kualitasnya, foto yang dihasilkan punya warna yang natural dan detail. Agan juga bisa menggunakan efek beautification kamera selfie ini, pas bangetlah buat yang demen selfie.

Performa Oke

Sebagai smartphone kelas menengah, S1 Pro menghadirkan RAM dan memori internal yang jumbo. Ponsel ini dibekali dengan RAM 8 GB dan ROM 128 GB.

Dengan RAM sebesar itu, Ane gak pernah merasakan adanya lag ketika multitasking, Gan. Memori internal yang besar juga membuat Agan gak perlu menggunakan memori eksternal tambahan, meski Vivo menyediakan slot untuk memori tambahan hingga 256 GB.

Sayangnya, chipset yang dipakai S1 Pro tak semewah RAM dan memorinya. Ponsel ini hanya menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 665 dan kartu pengolah grafis Adreno 610 sebagai dapur pacunya, Gan. Kebutuhan berselancar dan aktivitas gaming pun bisa dijalankan dengan baik.

Buat Agan yang demen main PUBG Mobile, unit Vivo S1 Pro yang Ane review hanya mendukung sampai grafis balance dengan frame rate medium, Gan. Padahal chipset andalannya ini dengan paduan GPU Adreno 610 seharusnya bisa mencapai grafis HD dengan frame rate high. Semoga saja, masalah ini bisa diatasi dalam update firmware atau update game PUBG Mobile mendatang ya.

Sisi lainnya setelah Ane review Vivo S1 Pro, meski memang nggak bisa sepenuhnya dibilang oke banget, setidaknya vivo sudah melengkapi dengan sejumlah software yang didedikasikan untuk kebutuhan performa.

Salah satunya adalah Game Center dan fitur Multi-Turbo. Fitur ini mampu meningkatkan sistem operasi dan akselerasi ponsel, Gan. Dimana, meningkatkan performa ketika bermain game dengan mengoptimalkan kemampuannya sehingga nggak mudah panas.

Baterai

Sumber daya dari smartphone ini dipercayakan pada baterai berkapasitas 4.500mAh,Gan. Dengan kapasitas sebesar ini, vivo mengklaim bahwa baterainya mampu bertahan seharian penuh dalam pemakaian normal, 11.8 jam untuk bermain game, atau 15.4 jam untuk memutar video.

Sebagai review Vivo S1 Pro, Ane menjalankan beragam aplikasi sehari-hari mulai dari Telepon, SMS, editor dokumen, pemutar video sesekali, media sosial, chat, game sesekali, membuka email, dan pemutar musik sesekali.

Alhasil, vivo S1 Pro ini mampu bertahan selama 22 jam 45 menit dengan Screen on Time mencapai 13 jam 7 menit. Dalam penggunaan sehari-hari pun, vivo S1 Pro mampu bertahan lama, Gan. Sementara pengisian daya baterai membutuhkan waktu 1 jam 50 menit dari kondisi 2% hingga terisi 100%.

Setelah Ane review Vivo S1 Pro dari segi baterainya, menurut Ane, Vivo S1 Pro mampu menyajikannya ketahanan baterai dengan amat baik, Gan.

Funtouch 9

Funtouch OS 9

Hp vivo ini sudah dibekali dengan sistem operasi modifikasi Funtouch OS 9 berbasiskan sistem operasi Android 9 Pie yang memiliki tampilan antarmuka dan ikon mirip dengan iOS, Gan. Apalagi menu notifikasinya terpisah dengan Quick Settings, dimana Agan dapat mengakses menu notifikasi ketika menyapu layar dari atas ke bawah.

Sementara jika menyapu layar dari bawah ke atas, maka Quick Settings akan terbuka. Secara bawaan, Funtouch OS 9 ini nggak memiliki drawer sehingga aplikasi yang terinstal akan otomatis terdapat di home screen. Selain itu, Agan juga bisa melakukan uninstall aplikasi langsung dari home screen.

Fitur andalan Funtouch OS 9 seperti screenshot 3 jari, dual-split multitasking, dan App Clone, Gan. Ane bisa ngambil screenshot dengan cepat pada perangkat ini hanya dengan menyapu layar dari atas ke bawah menggunakan 3 jari.

Kesimpulan

Kesimpulan dari review Vivo S1 Pro, untuk Agan yang ingin mencari smartphone dengan nuansa kekinian, vivo S1 Pro memang cukup menggoda, Gan. Hadirnya empat kamera utama dengan desain unik, juga jadi pertimbangan lain. Apalagi jika Agan termasuk pengguna yang demen ber-narsis ria untuk media sosial. Ponsel ini bisa jadi referensi.

Walau masih ada beberapa kekurangan seperti absennya fitur NFC dan kurangnya kualitas kamera malam hari, vivo S1 Pro ini masih mampu mendukung aktivitas sehari-hari. Terutama dengan daya tahan baterainya yang lama dan performanya yang bertenaga berkat kombinasi Snapdragon 665 dan RAM 8 GB.